Strategi Pengelolaan Desa Budaya Kertalangu Sebagai Daya Tarik Wisata Di Kota Denpasar

Authors

  • Edel Merikwin Dhedhe Universitas Triatma Mulya Author
  • Ni Putu Putri Widyaningsih University of Triatma Mulya Author
  • Ni Putu Yunik Anggreni University of Triatma Mulya Author
  • Ni Wayan Mekarini University of Triatma Mulya Author

Keywords:

Strategi, Pengembangan, Atraksi, dan pariwisata, potensi

Abstract

Penelitian yang dilaksanakan di Desa Budaya Kertalangu dilatarbelakangi dengan statusnya sebagai desa wisata di Kota Denpasar yang telah ditetapkan sebagai Daya Tarik Wisata sejak tahun 2020 dan dilengkapi berbagai fasilitas namun tidak dikelola secara maksimal. Oleh sebab itu, peneliti hendak mengajukan strategi pengelolaan agar kunjungan meningkat. Secara rinci penelitian bertujuan untuk  (1) mengetahui potensi wisata di Desa Budaya Kertalangu sebagai objek daya tarik wisata di kota Denpasar (2) mengetahui strategi pengelolaan Desa Budaya Kertalangu sebagai objek wisata di Kota Denpasar (3) mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam pengelolaan Desa Budaya Kertalangu sebagai objek wisata di Kota Denpasar. Penelitian mengikuti konsep penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah strategi pengelolaan Desa Budaya Kertalangu sebagai objek daya tarik wisata di Kota Denpasar, sedangkan subjek penelitiannya adalah para pelaku wisata di Desa Budaya Kertalangu. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) potensi yang dimiliki oleh Desa Budaya Kertalangu sangat besar dan cukup untuk mendukung Desa Budaya Kertalangu dalam pengelolaannya sebagai daya tarik di kota Denpasar. (2) Strategi yang dapat dikembangkan di Desa Budaya Kertalangu adalah dengan menekankan pada pengembangan atraksi wisata baru, kolaborasi dengan berbagai pihak, serta, partisipasi masyarakat setempat. (3) Kendala yang dihadapi meliputi aspek manajerial pengelola, pemeliharaan, keterbatasan promosi serta ketersediaan SDM yang kompeten.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arianti, K., Marsiti, C. I. R., & Suriani, N. M. (2018). Kajian Potensi Objek Wisata Budaya Di Kawasan Wisata Lovina. Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 9(1), 22-33.

Damardjati. R. S. (1995). Istilah-Istilah Dunia Pariwisata. Jakarta: Pradnya Paramita.

Heny, M., Dewi, U., Kehutanan, F., Gadjah, U., & Baiquni, M. M. (2013). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal di Desa Wisata Jatiluwih Tabanan, Bali. Kawisatara, 3(2), 117–226.

Nusabali.com. (2023). Pemkot Kembangkan Kesiman Kertalangu dan Serangan jadi Potensi Wisata Baru. https://www.nusabali.com/berita/147599/pemkot-kembangkan-kesiman-kertalangu-dan-serangan-jadi-potensi-wisata-baru.

Mumtaz, A.T. dan Karmilah, M. (2021) Digitalisasi Wisata di Desa Wisata. Jurnal Kajian Ruang, 1(1), 1-13.

Raharjana, D. T., Shri, H., & Putra, A. (2020). Penguatan SDM dalam e-Marketing untuk Promosi Desa Wisata di Kabupaten Malang. Jurnal Nasional Pariwisata, 12(2), 140–151.

Sukmadinata, N. S. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Published

2023-06-01

How to Cite

Dhedhe, E. M., Widyaningsih, N. P. P., Anggreni, N. P. Y. ., & Mekarini, N. W. . (2023). Strategi Pengelolaan Desa Budaya Kertalangu Sebagai Daya Tarik Wisata Di Kota Denpasar. Jurnal Daya Tarik Wisata, 5(1), 14-20. https://jdtw.untrimbali.ac.id/index.php/JDTW/article/view/10