Potensi Wisata Desa Pekraman Mendek dalam Menunjang Pariwisata Berkelanjutan
Keywords:
Desa Pekraman, Pariwisata Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Pengembangan Destinasi Wisata, Pemberdayaan MasyarakatAbstract
Penelitian ini mengkaji potensi wisata yang dimiliki Desa Pekraman Mendek dalam konteks pengembangan pariwisata berkelanjutan. Desa Pekraman Mendek memiliki kekayaan budaya, alam, dan kearifan lokal yang belum dioptimalkan sebagai destinasi wisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi wisata desa, mengkaji kesiapan masyarakat lokal, serta merumuskan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan yang selaras dengan nilai-nilai sosial budaya setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Pekraman Mendek memiliki potensi wisata yang beragam, meliputi arsitektur tradisional Bali, upacara adat, kesenian tradisional, kawasan pertanian tradisional (subak), dan lanskap alam yang masih terjaga. Tingkat kesiapan masyarakat dalam pengembangan wisata tergolong baik, ditunjukkan dengan adanya kelembagaan desa adat yang kuat dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya. Strategi pengembangan yang direkomendasikan mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan infrastruktur ramah lingkungan, pelibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata, serta pembentukan regulasi yang mendukung keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pariwisata berkelanjutan berbasis desa adat di Bali
Downloads
References
Aref, F. (2011). Sense of community and participation for tourism development. Life Science Journal, 8(1), 20–25.
Hartini, N. M., & Wisnawa, I. M. B. (2021). Sinergi Masyarakat dalam Mengelola Potensi Desa sebagai Desa Wisata Budaya di Desa Pekraman Pemanis Biaung, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan Bali. Paradharma (Jurnal Aplikasi IPTEK), 4(2), 97–104. https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/para_dharma/article/view/1370
Kemenparekraf RI. (2020). Rencana Strategis 2020-2024. In Kemenparekraf/Baparekraf (Indonesia, Vol. 1, Issue 1). https://jdih.kemenparekraf.go.id/industri-pariwisata
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis : A Methods Sourcebook. In Arizona State Uni-versity (3rd ed.). Sage Publication.
Ni Nyoman Arini, I Made Bayu Wisnawa, Putu Guntur Pramana Putra, & I Nengah Sandi Artha Putra. (2023). Promosi Desa Wisata Penglipuran Pasca Pandemi Covid–19 Melalui Festival Budaya Studi Kasus: Penglipuran Village Festival Ix. Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Agama Dan Budaya, 8(2), 176–189. https://doi.org/10.25078/pariwisata.v8i2.2841
Rasoolimanesh, S. M., Jaafar, M., Ahmad, A. G., & Barghi, R. (2017). Community participation in World Heritage Site conser-vation and tourism development. Tourism Management, 58, 142–153. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2016.10.016
Richards, G. (2018). Cultural tourism: A review of recent research and trends. Journal of Hospitality and Tourism Manage-ment, 36, 12–21. https://doi.org/10.1016/j.jhtm.2018.03.005
Shahparan, M., & Odilov, A. (2024). Developing Factors Capacity Building : For the Tourism Industry. 3(2), 140–147.
Subadra, I N. (2019). Alleviating poverty through community-based tourism: Evidence from Batur Natural Hot Spring Water – Bali. African Journal of Hospitality, Tourism and Leisure, Volume 8, No.51
Subadra, I N. (2021). Pariwisata Budaya dan Pandemi Covid-19: Memahami Kebijakan Pemerintah dan Reaksi Masyarakat Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), Vol. 11, No. 1, p. 1-22. DOI: https://doi.org/10.24843/JKB.2021.v11.i01.p01.
Subadra, I N. and Hughes, H. (2021). Pandemic in Paradise: Tourism Pauses in Bali. Tourism and Hospitality Research. London: Sage Publication. p.1-7. DOI: https://doi.org/10.1177/14673584211018493
Sugiyono. (2019). Meetode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (1st ed.). Alfabeta.
Tolkach, D., & King, B. (2015). Strengthening Community-Based Tourism in a new resource-based island nation: Why and how? Tourism Management, 48, 386–398. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2014.12.013
Wisnawa, I. M. B., Prayogi, P. A., & Sutapa, I. K. (2020). Brand Loyalty Model in Balinese Village as an Art and Cultural Tour-ism Destination in National Rural Areas, Case Study on Wanagiri Kauh Village, Tabanan. Journal of Business on Hos-pitality and Tourism, 6(2), 269. https://doi.org/10.22334/jbhost.v6i2.243
Yuda, I. B. N. K. P., & Antari, N. L. S. (2020). PENGARUH MOTIVASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI KUTA CENTRAL PARK HOTEL KUTA BALI. Jurnal Mosaik Hospitaliti, 2(1), 1-10.








